SMS Tak Berbalas
Hari ini saya hanya di rumah. Makan, beberes rumah, nonton televisi, tidur siang, membaca koran. Bukan rutinitas saya. Karena saya di rumah maka saya bisa melakukan semua ini. Berbeda bila saya berada di Jatinangor.
Ada suatu waktu saya mengirim sms kepada si pria laut:
”di Trans ada great wall. Whuw!”
Sent:
10:51:21
31-05-2008
Saat itu saya sedang menonton acara jalan-jalan dari sebuah stasiun televisi swasta. Sponsor acara itu Simpati. Indy dan Bekti yang jadi presenternya, ditambah seorang bintang tamu yang saya lupa namanya. Mereka berwisata ke tembok besar Cina. Ini tempat yang menjadi bahan pembicaraan saya dengan si pria laut saat kami menjejakkan kaki di Candi Borobudur.
Dia kagum dengan megahnya candi yang dibangun pada masa wangsa Syailendra itu. Saya membantahnya. Boleh-boleh saja kagum, tetapi di balik kekaguman itu harus disadari begitu banyak darah dan keringat yang membangunnya. Sama halnya dengan tembok besar Cina. Menikmati megah dan besarnya tembok itu tak boleh dilupakan berapa ribu orang yang mati kelaparan karena bekerja siang malam membangun tembok itu.
SMS saya ternyata tak berbalas. Mungkin dia sedang sibuk. Saya menghibur diri dengan keyakinan itu. Selepas tidur siang saya bangun dan melihat handphone. Hanya ada sebuah sms. Isinya tentang tugas kuliah. Tidak menariklah. Saya sedang menunggu SMS dari si pria laut. Sampai malam sudah menampakkan diri, tak juga ada SMS darinya. Duduk saja saya di teras rumah. Handphone saya ambil dan mulai mengetik pesan.
”Saat ini saya berkawan erat dg malam. Jgn britau kpd pagi ya. Nanti dia cemburu.”
Sent:
21:36:06
31-05-2008
Tunggu barang sepuluh dua puluh menit, tak juga pesan saya dibalas. Mungkin dia sedang tidur. Lagi-lagi saya menghibur diri. Saya ke dalam rumah. Menyalakan komputer dan duduk melihat-lihat foto-foto saya dan dia. Rindu merayap ke diri. Kembali saya ambil handphone. Mengetik pesan kepadanya
”Blh mengutarakan? Sy sdg ingin mengobrol. Tp sptnya anda sdg sbk. Jd lain x aj. Iya, lain x aj.”
Sent:
22:37:50
31-05-08
Hampir satu jam saya menunggu tapi tak ada pesan masuk di handphone saya. Mungkin dia sudah tidur. Hhh, penghiburan diri lagi. Cuma ini yang bisa saya lakukan, menghibur diri. Saya lihat lagi foto-foto itu. Tembang Loving You-D’Cinnamons melantun. Saya pandangi sekali lagi sebuah foto yang dia anggap sempurna. Saya dan si pria laut di Candi Borobudur. Sudah puas saya tutup saja. Matikan komputer dan beranjak ke kamar.