saya dan calo
Tuesday, December 12th, 2006saya ingin sedikit berbagi..
tadi malam saya berdiri di pertigaan leuwi panjang menanti bus ke arah cirebon. semenit dua menit menunggu, tak kunjung tiba bus tersebut. saya pun mengamati keadaan sekitar. beberapa orang - sebut saja calo - tengah memanggil penumpang untuk menaiki angkot ke berbagai jurusan. ada jurusan garut, tasikmalaya, sampai cicaheum. mereka berteriak ke berbagai penjuru jalan raya. mereka pun mendatangi orang-orang yang melintasi jalan itu untuk menanyai ke arah manakah pejalan kaki hendak pergi. kerap kali saya menyaksikan mereka memaksa pejalan kaki untuk menaiki angkot. belum puas saya mengamati, datang seorang calo yang juga menawari saya naik angkot ke arah garut. setelah saya menjawab pertanyaannya, ia pergi. kemudian datang lagi seorang calo ke arah saya. bertanya hal yang sama dengan orang pertama. saya pun menjawab dengan pernyataan serupa. ia pergi. beberapa menit kemudian, datang lagi orang ketiga. hal yang sama pun terjadi. saya mulai berhitung. ternyata ada delapan orang yang menanyai saya ke arah manakah saya akan pergi. huu menjengkelkan memang. saya merasa terganggu. tapi saya sadar mereka sedang mencari uang. begitu giatnya mereka mencari penumpang di malam hari. berkoar-koar sepanjang malam. ya, saya harus bisa menghargai mereka. tidak salah jika mereka bolak-balik bertanya kepada saya. namanya juga mencari uang. apa pun dilakukan. tidak peduli saya jengah melihat tingkah laku mereka.