Archive for November, 2006

menabung

Tuesday, November 21st, 2006

Menabung

Kata menabung kedengarannya sepele. Tapi maknanya melambung tinggi. Dulu ketika saya kecil, orang tua menganjurkan agar saya rajin menabung di celengan. Akhirnya saya ke pasar membeli celengan kendi untuk menabung. Senang sekali rasanya bisa memasukkan uang receh setiap hari. Namun kegiatan itu tidak berlangsung lama. Hanya dalam beberapa minggu mengucurkan koin ke dalam kendi, saya pun memecahkan barang tersebut. Uangnya untuk jajan chiki dan membetulkan sepeda. Masuk kelas lima SD, saya menabung di sebuah bank swasta. Entah berapa jumlahnya sampai ibu saya mengambil uang tersebut. Untunglah diambil karena beberapa lama setelah saya tidak menjadi nasabah lagi, bank tersebut mati. Sejak itulah saya tidak pernah menabung lagi. Toh, banyak keperluan yang membuat saya tidak bisa menyisihkan uang lagi.
Tiba-tiba saya menemukan sebuah berita menarik di Kompas. Beberapa supir angkot di Bandung ternyata menabung dengan bentuk yang tidak ”normal.” Setiap harinya mereka menyisihkan beberapa koin ke celah pintu depan angkot. Bayangkan, setiap hari dengan modal hanya beberapa receh. Di ujung bulan, mereka sibuk membongkar pintu depan. Untuk apa? Untuk mengambil uang tabungan guna membiayai sekolah anak-anak mereka. Rata-rata mereka ”menerima” Rp80.000,00 dari hasil menabung. Tabungan itu pun belum cukup memenuhi besarnya biaya pendidikan di Bandung.
Mungkin kedengarannya lucu. Tapi saya melihatnya sebagai sebuah ironi di zaman edan ini. Sedih membayangkan mereka harus menyisihkan koin demi menyekolahkan anak. Sedih membayangkan mereka harus menahan lapar saat uang setoran dimasukkan ke celah pintu mobil. Itulah perjuangan hidup ketika mereka harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak bisa menabung di tempat yang ”normal”. Mereka tidak bisa menabung di bank. Mereka tidak mendapat bunga dari hasil tabungannya. Tetapi hasil yang tak seberapa itu berguna buat anak-anaknya.
Saya pun tergugah untuk kembali menabung. Yah, cukup menabung uang receh di kantong plastik. Siapa tahu berguna kalau saya sudah tidak mempunyai uang lagi dan orang tua belum mengirim uang? Menabung, menabung, dan menabung, dengan cara apa pun. Sebuah gaya hidup yang bisa dijadikan perlawanan menghadapi kejamnya kehidupan.